geguritan bahasa jawa tentang sekolah
Puisi Jawa : Sekolah – Guwå Kawruh, Taman Prabangan Ngugi Budi
I. Sekolah: Penampilan Dan Kenyataan
Sekolah, Gedung yang berdiri tegak, Dari bata merah hingga tembok putih, Menjadi saksi bisu perjalanan waktu. Bukan sekedar tumpukan batu dan semen, Tapi gua penuh ilmu, Tempat berkumpulnya anak-anak, Menimba ilmu, mengasah pikiran.
Sekolah, Dengan pintu yang selalu terbuka, Menyambut kedatangan siswa setiap hari, Senyum dan yang menjadi penanda, Hari pertama penuh semangat. Jendela kaca, menerangi ruangan, memperlihatkan dunia yang lebih luas, saat mentari bersinar terang, atau saat hujan turun rintik-rintik.
II. Guru: Pahlawan Tanpa Tandha Jasa
Guru, Pahlawan tanpa jasa, Dengan kesabaran dan kasih sayang, Bimbinglah para siswa di jalan kebenaran. Suaranya yang lembut, menjelaskan pelajaran, menulis di papan tulis, berfungsi sebagai pedoman, tidak hanya mengajarkan tentang angka dan huruf, tetapi juga tentang budi pekerti dan budi pekerti.
Guru, Bagaikan obor yang menerangi kegelapan, Menghilangkan kebodohan dan pikiran yang kabur. Dengan kata-kata yang memberdayakan, membangkitkan semangat untuk belajar dan mengembangkan diri. Beliau adalah teladan yang baik, dalam tindakan dan tutur kata, menunjukkan kepada siswa, bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat.
III. Murid: Tunase Bangsa
Mahasiswa, bibit bangsa yang maju, dengan semangat belajar yang membara, memimpikan cita-cita yang tinggi dan mulia. Di dalam kelas mereka mendengarkan pelajaran, Di lapangan mereka bermain dan berolahraga, Bersatu menjadi satu, tanpa membedakan ras dan agama, Mengukir kenangan yang tidak akan pernah terlupakan.
Siswa, Dengan tingkah lakunya yang lucu dan polos, Terkadang nakal, namun tetap menuruti guru. Pertanyaan yang tidak ada habisnya, menunjukkan rasa ingin tahu yang besar. Dialah harapan bangsa, yang meneruskan perjuangan, untuk mencapai kemerdekaan dan kesejahteraan.
IV. Pelajaran: Pengetahuan Tanpa Batas
Pengajaran, pengetahuan tanpa batas, dari bahasa hingga matematika, dari sejarah hingga ilmu alam. Mengajarkan, tidak hanya sekedar teori, namun juga praktek, sehingga peserta didik dapat memahami, bagaimana menggunakan ilmu dalam kehidupan nyata.
Mengajar, Melatih pikiran kritis dan kreatif, Membangkitkan rasa ingin tahu dan semangat menyelidiki. Mengajar, menanamkan nilai-nilai yang tinggi, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan gotong royong. Mengajar, Menjadi kelonggaran menghadapi kehidupan, yang penuh tantangan dan peluang.
V. Lingkungan : Tempat Yang Nyaman
Lingkungan sekolah, tempat yang nyaman dan aman, dengan taman yang hijau, dan lapangan yang luas. Bunga yang mekar dengan indahnya, Menambah indahnya sekolah. Pepohonan yang bergoyang, Membawa panasnya sinar matahari.
Lingkungan sekolah, Tempat bersosialisasi, Bersama teman dan guru. Ngobrol, bercanda, dan belajar bersama, sehingga tercipta rasa kekeluargaan yang kuat. Lingkungan sekolah, menjadi rumah kedua, yang selalu diimpikan, setelah lulus dan berangkat.
VI. Memori: Kenangan yang Tak Terlupakan
Kenangan di sekolah, Kenangan yang tidak bisa dilupakan, Dari upacara bendera setiap hari Senin, Hingga upacara perpisahan kelas terakhir. Lelucon teman, pelajaran guru, semaraknya perlombaan, Semua adalah bagian dari kehidupan sekolah.
Kenangan di sekolah, Bakale selalu bergantung pada hati, Menjadi inspirasi dalam menghadapi kehidupan. Kenangan di sekolah, Menjadi jembatan menuju masa depan, yang penuh harapan dan impian. Sekolah, gua ilmu, taman tempat pikiran dipahat, akan selalu kuingat seumur hidupku.
VII. Harapan: Untuk Sekolah yang Lebih Baik
Harapannya, Untuk sekolah yang lebih baik, Dengan fasilitas yang lebih lengkap, Dan guru yang lebih berkualitas. Harapannya, Kepada para siswa yang lebih rajin, Dan mempunyai semangat belajar yang lebih membara. Harapannya, Agar lingkungan sekolah semakin asri, Dan selalu menjaga kebersihan.
Harapannya, agar sekolah dapat menjadi tempat, mengembangkan potensi diri, dan menjadi manusia yang bermanfaat. Harapannya, Untuk bangsa Indonesia yang lebih maju, Dengan pendidikan yang berkualitas. Sekolah, menjadi kunci tercapainya kesejahteraan bangsa.
VIII. Pesan: Kanggo Generasi Penerus
Pesannya, Untuk generasi penerus, Rajinlah belajar dan menimba ilmu, Agar cita-citamu tercapai. Pesannya, Hormati guru dan orang tua, Dan selalu jaga sopan santun. Pesannya, Sayangi sahabat dan lingkunganmu, Dan selalu jaga persatuan.
Pesannya, Jadilah generasi yang berkualitas, yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Pesannya, Jangan lupakan sejarah dan budaya, Serta selalu jaga jati diri bangsa. Sekolah, Menjadi landasan untuk membangun masa depan, Yang lebih baik dan cerah.
IX. Kekuatan Basa Jawa: Kanggo Nguri-Uri Budaya
Puisi ini ditulis dalam bahasa Jawa untuk menghidupkan kembali budaya nenek moyang kita. Bahasa Jawa, bahasa yang kaya akan makna, dan mempunyai keindahan yang luar biasa. Puisi ini menjadi bukti bahwa bahasa Jawa masih hidup dan berkembang hingga saat ini.
Puisi ini menjadi pengingat bagi generasi muda agar tidak melupakan bahasa jawa. Puisi ini, menjadi sumbangsih, melestarikan budaya, dan menjaga jati diri bangsa.
X. Penutup: Sekolah Tetep Ing Ati
Sekolah, Bukan hanya gedung dan pelajaran, Tapi juga kenangan dan harapan. Sekolah, akan selalu menjadi bagian kehidupan, dan tetap bergantung pada hati. Terima kasih sekolah, yang telah membimbingku di jalan kebenaran, dan mempersiapkanku menghadapi kehidupan. Sekolah, aku akan selalu mengingatmu selamanya.

